Tujuan Awal yang Terlupakan….
Pagi ini, saya terbangun oleh suara hujan dan dengan hati senang saya buka jendela besar di kamar, agar saya bisa menikmati hujan dengan melihat dan merasakannya.
Ingat hujan….saya teringat kejadian kemarin…………
Sejak dari siang Surabaya di guyur hujan, bagi saya pecinta hujan hal ini menyenangkan dan memberikan kesan adem dan nyaman.
Menjelang malam, hujan menyisakan gerimis dan akhirnya berhenti, yang ada hanya suasana yg segar.
Saya mengeluarkan mobil untuk membeli kebutuhan rumah tangga di supermarket terdekat, begitu masuk ke mobil saya merasakan udara di luar lebih nyaman dari pada didalam mobil, jadi saya memutuskan untuk membuka semua jendela mobil agar udara segar bisa masuk.
Sambil menikmati udara segar saya biarkan jendela terbuka, saya keluar dari perumahan, entah apa karena terbiasa maka otomatis tangan saya menekan tombol untuk menutup jendela…tiba-tiba saya seakan mendengar suara..
Ngapain ditutup jendelanya? Udaranya begitu segar dan nyaman.
Iya juga ya..pikir saya..
Akhirnya, saya biarkan semua jendela naik hanya separuh. Begitu enaknya angin menerpa kepala saya membuat saya membuka jendela di samping saya seluruhnya, sampai wajah saya terasa dingin oleh angin..emm, enak banget.
Sampai di perhentian lampu merah, saya menikmati pemandangan diluar sana lewat jendela samping tanpa terhalang kaca, udara sejuk benar-benar membuat hati ini nyaman, membuat pemandangan apapun yang dilihat terasa indah.
Sambil memperhatikan sekeliling, saya baru sadar bahwa hanya saya yang mebuka jendela mobil..yang lain tertutup rapat
Eem..mungkin saya yang aneh ya, tidak wajar di Surabaya membuka jendela dan menikmati udara yang begitu nyaman. Yang wajar adalah menikmati dinginnya AC dengan jendela tertutup rapat
Setahu saya, AC dibuat untuk kenyaman berkendaraan dari udara panas dan debu saat jendela ditutup.
Tapi..sore ini udara begitu nyaman, tidak ada debu yang terasa karena hujan telah mengguyur kota sepanjang hari.
Tapi…banyak orang lupa, setelah begitu lama menggunakan AC,..lupa bahwa tidak selamanya AC dibutuhkan , sama seperti malam ini
Sebuah suara lagi mengetuk dinding telinga….bagaimana dengan keamanan?
Hehehe…..ya yg satu ini saya telah melupakannya, saya terlena dengan udara yg begitu nyaman dan ketenangan hati yang begitu menguasai diri ini menghilangkan semua kecurigaan dan ketakutan akan orang lain
Akhirnya saya tutup jendela saya, sampai lampu berubah menjadi hijau saya jalankan mobil, setelah itu baru kembali saya buka jendela, sedikit saja yang penting udara sejuk cukup saya rasakan tanpa saya perlu meyalakan AC mobil

Sebuah pelajaran saya petik hari itu,
Seringkali saya tidak ingat bahwa pada awalnya sesuatu dilakukan adalah untuk mengatasi masalah tertentu dan saat masalah telah berlalu, maka saatnya mereview lagi apakah tindakan tersebut masih diperlukan.
Saya jadi teringat dengan kisah sahabat yang memutuskan untuk bekerja ke luar negeri demi mengumpulkan uang untuk keluarganya. Agar anak-anak bisa sekolah dan punya rumah yang layak dan punya modal untuk usaha begitu katanya saat dengan berat hati harus meninggalkan istri dan anak-anaknya.
Karena giat dan rajin, dalam 3 tahun saja apa yang dia mau semua tercapai, anak-anaknya sekolah dengan baik dan mereka telah memiliki rumah yang sangat layak seta memiliki tabungan yang cukup untuk biaya hidup selama 3 tahun ke depan, bisa dibilang cukup untuk modal kerja.
Saat saya bertanya, kapan kembali ke tanah air?
Jawabannya cukup mengagetkan….
ngapain pulang, di tanah air mau kerja apa? begitu jawabnya dengan enteng.
Satu lagi teman saya yang memilih menjadi wanita karir, saya ingat sekali di awal dia memutuskan bekerja, karena mau membantu ekonomi keluarga karena saat itu suaminya sedang mengalami PHK sedangkan anaknya membutuhkan uang untuk melanjutkan sekolah. Saat ini suaminya telah berhasil menjadi pengusaha sukses dan teman saya tetap bekerja dengan alasan sudah biasa kerja, tidak enak jadi ibu Rumah Tangga
Sahabat saya yang lain, melakukan puasa seminggu 2 kali, saat melakukan puasa masih saja dengan dengan marah-marah dan dengan mudah memaki orang lain….
Dulu saya pernah bertanya, apa sih tujuan kamu berpuasa?
jawabnya, untuk melatih diri agar kita tidak dikuasai oleh nafsu
Saat saya tanya baru-baru ini dengan pertanyaan yang sama…
jawabnya , udah biasa sih ya….
Seringkali kebiasaan membuat kita lupa akan tujuan awal
Hujan sudah berhenti…….
Sudah cukup saya menikmati hujan dengan menulis, sekarang saatnya saya memasak makanan pagi buat suami tercinta
Terima kasih hujan….
